Minggu, 26 Juni 2011

LAPORAN 2

TUGAS 2

MULTIMEDIA

· Animasi Berulang / Looping

Langkah-langkah :

1. Buat Komposisi baru, Composition New Composition, sesuai standard PAL D1/D5, Durasi / Duration = 5 detik.

2. Import gambar sequence. Pilih folder tempat dimana gambar tersebut disimoan. Kemudian, checklist option JPEG Sequence, dan checklist Force Alphabetic Order. Lalu klik salah satu nama file tersebut, misal foto1.jpg. jika sudah, klik tombol Open.

3. Maka di project kita sekarang ada foto (1-7).jpg sebagai JPEG Sequence yang sifatnya seperti movie.

4. Drag sequence foto(1-7).jpg ke timeline.

5. Agar animasi foto tersebut berulang lama, di project window, klik kanan di doto, klik menu Interpret Footage Main, maka akan muncul kotak dilog :

6. Parameter assume this frame rate menjadi 10 (semula 30) agar animasi pergantian gambar mata menjadi lambat. Parameter Loop semula 1 dirubah menjadi 10 agar animasi berulang 10 kali.

7. Jika ingin mengubah backgroundnya, maka import juga gambar yang igin dipilh sebagai background.

8. Kemudian drag ke timeline.

9. Buat animasi Position foto(1-6).jpg dengan keyframe sbb :

ü Aktifkan Time Vary Stop Watch di samping position.

ü Keyframe ke-1 di 00:00 : gambar di koordinat 142, 116

ü Keyframe ke-2 di 01.00 : gambar di koordinat 138, 462

ü Keyframe ke-3 di 01:06 : gambar di koordinat 278, 114

ü Keyframe ke-4 di 01:14 : gambar di koordinat 350, 458

ü Keyframe ke-5 di 02:09 : gambar di koordinat 452, 114

ü Keyframe ke-6 di 02:12 : gambar di koordinat 514, 460

ü Keyframe ke-7 di 03:15 : gambar di koordinat 582, 118

ü Keyframe ke-8 di 04:05 : gambar di koordinat 578, 460

10. Untuk menghilangkan proses animasi dari keyframe ke-1 ke keyframe ke-2, keyframe ke-3 ke keyframe ke-4, dan keyframe ke-5 ke keyframe ke-6, caranya klik kanan keyframe tersebut, lalu pilih menu Toggle Hold Keyframe.

11. Untuk membuat text pada animasi kita itu, buatlah layer kosong, klik menu Layer New Solid.

12. Di timeline kini ada Layer baru dengan nama Black Solid , menu Effect Text

Path Text.

13. Atur parameter Path Text tersebut.

14. Path Option Shape type : Line, agar teks lurus.

15. Kemudian atur path text tersebut sesuka kita, agar text yang kita buat terlihat menarik.

16. Bisa juga di buat melingkar, dan digerak-gerakkan.

17. Setelah semua project kita selesai, lakukan Render, seperti project sebelumnya.

LAPORAN 1

TUGAS 1

ADOBE AFTER EFFECT

· Animasi

Langkah-langkah :

1. Buka aplikasi Adobe After Effect.

2. Buat komposisi baru bisa dengan 2 cara, yaitu : Pilih Composition yang ada pada menu bar, dan bisa juga dengan menekan ctrl + N.

3. Maka akan tampil kotak dialog Composition Setting.

4. Maka pada Basic, ganti format Preset dengan PAL D1/D5.

5. Maka secara otomatis Pixel Aspect Ratio akan berubah dengan D1/D5 PAL (1,07).

6. Tampilannya akan seperti ini :

7. Kemudian import file-file apa saja yang akan kita masukkan ke dalam project kita.

8. Bisa dilakukan dengan beberapa cara, yaitu :

a. Pada File yang ada pada menu bar, pilih Import File.

b. Klik kanan pada project window, lalu pilih import file.

c. Klik 2X pada project window.

9. File-file yang dipilih untuk animasi ini adalah : gambar, dan video hotfire.

10. Untuk membuat animasi petir, maka buat terlebih dulu Layer Solid.

11. Pilih Layer yang ada pada menu bar, lalu pilih New Solid.

12. Maka akan muncul Solid Footage Settings.

13. Atur warna Layer Solid menjadi Hitam.

14. Di Timeline akan muncul Layer baru dengan nama Black Solid 1.

15. Di Layer Black Solid 1 tersebut, kita akan member efek petir yang tadi dimaksudkan.

16. Klik Menu Effect Generate Advanced Lightning, maka akan tampil kotak dialog Effect Control seperti berikut.

17. Agar ujung petir tepat berada di koordinat Origin dan Direction, aktifkan Ligtning Type = Strike.

18. Pastikan Current Time Indicator di posisi 00:00.

19. Di palette Effect Control, klik Time Vary Stop Watch di samping Direction.

20. Geser Current Time Indicator ke posisi 01:00

21. Di Layer Preview, geser symbol lingkaran bertanda (+) ke arah sesuai dengan keinginan kita.

22. Sekarang di timeline ada 2 keyframe di parameter direction tersebut.

23. Sekarang untuk memberi efek hotfire ke dalam animasi yang kita buat.

24. Drag video hotfire yang ada pi project window ke timeline.

25. Kemudian atur pada detik keberapa hotfire tersebut akan mucul

26. Jika sudah terlihat menarik, maka project kita telah selesai.

27. Maka jangan lupa untuk me-Render animasi kita tersebut.

28. Klik menu Composition, kemudian pilih Make Movie.

29. Lalu Render.

30. Baru video kita bisa dilihat.

Senin, 18 April 2011



LAPORAN PRATIKUM MULTIMEDIA II
MODUL 4
PENGUJIAN KUALITAS AUDIO



FITRI FARADITA


0901092041


Drs. Erwadi Bakar,M.Kom
(Budi Bachtiar,Mm)



Program studi Manajemen Informatika
Jurusan Teknologi Informasi
Politeknik Unand Padang
2011



PRATIKUM AUDIO DIGITAL

MODUL 4


1. 1. Tujuan

Membandingkan kualitas audio berdasarkan Bit Depth, Sample Rate dan Bit Rate

2. Teori singkat

Ø - Sound

Suara atau audio adalah getaran udara pada frekwensi yang dapat didengar oleh telinga manusia sehingga disebut dengan frekwensi suara atau freuensi audio. Frekuensi audio berada diantara 20 Hz sd 20 KHz. Karakteristik suara ditentukan antara lain oleh freekuensi, amplitudo dan durasi

Ø - Format Sound :

format file untuk menyimpan audio digital data pada komputer sistem. Data ini dapat disimpan tidak dikompresi, atau kompresi untuk mengurangi ukuran file. Hal ini bisa menjadi mentah bitstream , tetapi biasanya format wadah atau format data audio dengan lapisan penyimpanan yang ditetapkan. Salah satu format audio ini adalah : MP3,AIFF,Ogg, WAV,WMA, dll.

Ø - Kualitas sound :

Kualitas atau mutu adalah tingkat baik buruknya atau taraf atau derajat sesuatu.

Jadi kualitas sound adalah baik atau buruknya suatu suara yang di hasilkan oleh suatu objek

- Bit Depth

Bit depth adalah besarnya informasi data dari 1 satuan sampel (dot/pixel). Setiap bitmap/dot/pixel bisa berupa hitam, putih, abu-abu atau warna. Bit depth dinyatakan dalam angka yang digunakan untuk menyatakan berapa variasi warna yang mampu ditampilkan oleh suatu bitmap/dot/pixel yang dinyatakan secara kuantitatif. Rumusnya adalah 2 n (dua pangkat n, dimana n adalah besarnya bit depth).Sample Rate

Ø - Sample Rate :

Sample rate adalah menunjukkan nilai sinyal audio yang diambil dalam satu detik etika melakukan rekaman suara. Semakin tinggi nilai sample rate ini kualitas audio yang dimainkan semakin baik.Agar diperoleh suara digital yang bagus maka suara analog harus di-sampling sekitar 2 kali lipat frekuensi-nya. Karena frekuensi tertinggi suara sekitar 20 kHz, maka sampling yang terbaik haruslah minimal 44.100 sample/detik (kualitas CD)

Ø - Bit Rate

Bitrate, seperti namanya, menggambarkan tingkat di mana bit ditransfer dari satu lokasi ke lokasi lain. Dengan kata lain, mengukur jumlah data yang ditransmisikan dalam jumlah waktu tertentu. Bitrate umumnya diukur dalam bit per detik (bps), kilobit per detik (Kbps) atau megabits per detik (Mbps).

1. Alat dan Bahan

a. Alat : Intel Pentium Dual Core CPU

b. Bahan : software : - adobe audition 3.0 (mengedit musik)

- jet audio JAD8007_BASIC (pemutar musik)

2. Langkah Kerja

Mengganti Sample rate dan Bit Dept

  • Buka Adobe Audition
  • Import File Sound
  • Drag And Drop file sound ke Window Edit atau klik ganda file tersebut
  • Buat Sesion baru : File – New
  • Pada Jendala New Waveform Pilih Sample Rate dan Bit Rate sesuai dengan yang dibutuhkan
  • Copy File sumber ke sesion baru
  • Simpan file dengan nama lain ( File – Save As)
  • Lakukan berulang sesuai dengan tabe

Menganti Bit Rate

  • Import File Sound
  • Drag And Drop file sound ke Window Edit atau klik ganda file tersebut
  • Buat Sesion baru : File – New
  • Copy File sumber ke sesion baru
  • Simpan dengan nama lain
  • Pada jendela Save As Klik tombbol Option – Advatage , Pilih nilai yang diperlukan.
  • Klik Ok

5. Tabel Pengujian

Mengganti Sample rate dan Bit Dept

Menganti Bit Rate

Menbandingkan Berdasarkan Bit Rate



6. Hasil dan Pembahasan

Ada beberapa ukuran / size yang tidak dapat di save,seperti 64-bit 44100Hz,20-bit 44100Hz,128,256,320-bit 11025Hz, dan 96000Hz 32-bit, selebihnya bisa di edit dan di save. Dan untuk 64-bit 11025Hz bisa di save tapi tidak dapat diputar.

7. Kesimpulan

Suara atau musik yang standar adalah 44100Hz 32-bit dengan kualitas suara yang enak di dengar, 44100Hz 32-bit ini mengeluarkan suara hampir mirip dengan suara aslinya. Kalau 11025Hz 32-bit bagus si tapi agak ngebass dan volumenya kecil.

8. referensi

http://www.techterms.com/definition/bitrate

http://tiuhd3sain.blogspot.com/2008/07/resolusi-bit-depth-warna-format-file.html

http://www.ilmugrafis.com/artikel.php?page=mengenal-istilah-bit-depth